Rabu, 04 April 2012

Karakteristik Bangsa yang Demokratis


Tugas kewarganegaraan
Untuk membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis dan berkeadaban, sesuai yang diamanatkan oleh mata kuliah keawarganegaraan , maka setiap warga negara harus memiliki karakter atau jiwa yang demokrtatis, antara lain :
1.Yang dimaksud dengan Rasa Hormat dan Tanggung Jawab
Masyarakat harus memiliki rasa hormat dan juga harus memiliki rasa tanggung jawab supaya didalam berkomunikasi sesama masyarakat bias terjalin dengan rukun. Rasa Hormat adalah seorang anak muda yg menghormati orang yg umurnya lebih tua.
Inti dari rasa hormat itu sendiri adalah menghormati setiap perbedaan sifat seseorang untuk mencapai suatu keharmonisan,persatuan dan agar tidak terjadi perpecahan dalam kehidupan berkewarganegaraan.
Tidak hanya hormat dalam bermasyarakat, rasa hormat juga sangat diperlukan dalam suatu peraturan. Sebagai warga Negara yang baik, kita wajib hormat untuk mematuhi segala peraturan yang telah dibuat.
Contoh singkat dari rasa hormat adalah,menghormati seseorang yang umurnya lebih tua. Dan menghormati bila ada seseorang yang sedang melakukan suatu ibadah
 Contoh lainnya adalah menghormati suatu peraturan yang teah dibuat oleh pemerintah dan warga tersebut haru menghormatinya
Dalam menjadi warga Negara yang baik rasa tanggung jawab juga tak kalah penting dengan rasa hormat
Rasa tanggung jawab adalah apabila kita bersalah dalam melakukan segala hal dan kita mendapat sangsi maka kita harus berani mengakui dan menerima kesalahan kita dengan berani. Maka dari itu rasa tanggung jawab sama pentingnya dengan rasa hormat dalam berkewarganegaraan.

2.Bersifat kritis
            Sifat ini adalah sikap dan perilaku yang berdasarkan data dan fakta yang valid (sah) serta argument yang akurat  Warga negara yang demokrat hendaknya selalu bersikap kritis, baik terhadap kenyataan empiris (realitas sosial, budaya, dan politik) maupun terhadap kenyataan supra-empiris (agama, mitologi, kepercayaan). Sikap kritis juga harus ditujukan pada diri sendiri. Sikap kritis pada diri sendiri itu tentu disertai sikap kritis terhadap pendapat yang berbeda. Tentu saja sikap kritis ini harus didukung oleh sikap yng bertanggung jawab terhadap apa yang dikritisi.
            Membangun kesadaran untuk bersikap kritis menjadi bagian dari upaya menuju warga negara yang memiliki watak deliberasi bagi terbentuknya demokrasi deliberatif. Sikap kritis yang dilandasi dengan pengetahuan dan informasi dalam berhadapan dengan aneka latar belakang kebijakan pemerintah. Sikap kritis dalam suasana demokrasi juga perlu didukung dengan kemampuan untuk menyelesaikan masalah secara damai. Masalah yang berasal dari perbedaan pendapat dapat berujung konflik (horizontal dan vertical), untuk itu perlu ditekankan dalam kewargaan yang deliberatif, penyelesaian masalah harus dilakukan dengan damai bukan kekerasan.
            Contohnya adalah ketika kita dihadapkan dengan masalah, kita harus berfikir kedepan/ maju untuk membuat suatu hal menjadi lebih baik lagi, seperti Rieke Diah Pitaloka yang berpendapat jikalau BBM naik apa untungnya untuk masyarakat, yang ada hanya menyengsarakan rakyat. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan berfikir kritis tidak untuk mememntingkan diri sendiri tapi mementingkan orang banyak.

3.Diskusi dan berdialog bersama masyarakat
          Sebagai warga Negara yang mempunyai rasa demokratis, kita harus menyelesaikan sebuah masalah harus diselesaikan dengan dengan berdiskusi bersama-sama agar menemukan sebuah solusi dengan adil. Yang disebut berdiskusi adalah mendengarkan opini atau pemikiran orang lain dengan baik dan tidak mementingkan opini atau pendapat sendiri.
            Inti dari sikap berdiskusi dan dialog adalah mengumpulkan pemikiran orang lain dengan baik dengan cara bermusyawarah sehingga mendapatkan suatu pemikiran yang lebih baik tanpa sedikitpun mengurangi rasa menghargai pemikiran orang lain yang dikira kurang tepat atau kurang lebih baik. Jadi kita dapat saling bertukar pendapat dengan baik.
Contoh dalam bermusyawarah atau berdiskusi adalah kita dapat bertukar pendapat dengan orang lain dengan baik tanpa mengurangi rasa hormat dengan pendapat orang lain. Dan dapat mendapatkan solusi dengan baik tanpa memikirkan pendapat kita lebih baik.
4.Bersikap terbuka
            Sifat terbuka adalah Sikap yang dapat terbuka sejauh mana masalah tersebut,tetapi kita juga harus menjaga masalah pribadi dengan tidak terlalu membuka masalah kita sendiri. Dan sifat terbuka itu sendiri adalah sofat yang tidak boleh menyembunyikan masalah yang dapat merugikan seseorang seolah-olah kita tidak mengetahui masalah tersebut.
            Contohnya dalam rapat kita harus mengeluarkan suatu sikap terbuka, dalam artian lain kita tidak boleh menyembunyikan suatu hal dan kita harus terbuka dengan tidak menutupi semua hal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

5.Rasional
           Sifat rasional adalah kita memutuskan suatu pemikiran dengan cara tidak emosi. Dan kita memustuskan suatu pikiran dengan akal sehat atau memikirkan dampak positif –negatifnya terhadap pemikiran kita. Supaya tidak merugikan orang lain.
             Contoh sikap rasional adalah sebelum mengemukakan pendapat kita harus berfikir terlebih dahulu dengan memikirkan suatu dampak yang akan ditimbulkan, dan apakah pemikiran itu dapa menyelesaikan suatu masalah


6.Jujur
              Jujur jika diartikan secara baku adalah “mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran”. Dalam praktek dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi. Bila berpatokan pada arti kata yang baku dan harafiah maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.
Contonya apabila kita diminta sebagai saksi dalam persidangan, kita harus mengutarakan suatu hal dengan suatu kebenaran tanpa mengurangi atau menambahkan suatu perkataan atau menyangkal dan membohongi semua dengan tujuan meringankan tersangka.
Contohnya : Apabila kita mengambil/meminjam barang orang lain tanpa sepengetahuan pemiliknya,dan pada saat itu kita harus bersikap jujur dan menjelaskan semuanya apayg terjadi dan meminta maaf atas perbuatan kita.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar